Astina Purwa
Rico Tempati, menghela napas lega. Jauh disana, ibarat riuh rendahnya penonton footy, Astina Purwa, perhelatan akbar budaya Indonesia tahunan, digelar di Melbourne kedua kalinya. Penonton membludak antri dimana mana. Tanpa kata sambutan bertele, para pejabat teras hingga perdana menteri pun duduk manis, jauh sebelum acara dimulai.
Nama Kopenhagen terkenal didunia, Melbourne nama yang berbeda, tidak sekedar terkenal tapi melekat dibenak banyak orang. Rico, sang koreografer handal mengerti itu, Astina Purwa melekat kesana… Moulin Rouge, terkenal. Apik, cantik tidak sekedar teknikal kelas dewa itu simbolik Parisian. Tapi Astina Purwa, membawa napas beda. Didunia, budaya seni anak bangsa, satu satunya yang kaya akan nyawa dan jiwa. Tidak homogen. Dari amarah sang Syiwa, nuansa mistik Nyi Roro Kidul, narasi Sufism hingga dentuman Isyana bergabung dengan Dead Squad, darah seni mengalir beragam, sarat makna. Inilah, butiran inspirasi mengalir disukma Rico saat menggagas..
Gebyaar… suara gamelan menggelegar. Sinar cahaya warna warni bergantian melantunkan ketukan. Ritme dinamis mengayun membahana. Gamelan Bali dan tari Barong tidak lagi sekedar lenggak lenggok membosankan. Bukan pengeras suara cempreng yang menyakitkan kuping, di Astina Purwa suara itu bagian sukma, menggelegar didada merayap menyebarkan nuansa. Barong tidak lagi sekedar tarian, itu adalah gerak membawa pesan peperangan dualisme, roh yang suci dan sang ratu iblis dalam diri manusia.
Ibarat seks, foreplay membangun nuansa. Dalam seni apapun, ada awalan pembuka, ada pesan, ada klimaks berakhir ke pemahaman. Intro, verse, chorus, bridge dan outro bukan teori, melainkan sarat pesan filosofis maupun simbolik. Nuansa Astina Purwa tidak lagi sekedar kumpulan tarian tarian daerah yang silih berganti, panjang membosankan tanpa makna hanya sekedar kemahiran teknis tok. Tanpa terasa, dalam tiga jam, Astina Purwa tidak membawa nama daerah, hanya kesatuan suara, gerak penuh jiwa dan nyawa, padat berpindah menuju klimaks berakhir dilantunan sayup Isyana menyanyikan seriosa Bengawan Solo…. Menghilang dipelupuk awan.
Gebyaar… mas, mas bangun mas, yang mau latihan Merpati Putih sudah pada nunggu
Eh.. lamunan buyar sembari meraih sabuk merah..
Rapikan Pakaian … hap
Siap … hap
